Selamat datang ke blog q,
blog ini memuat berbagai hal yang kuminati sampai ke kejadian2 yang sedang hangat2nya dibicarakan. Untuk melihat selengkapnya postingan yang ada, klik judul postingan
blog ini memuat berbagai hal yang kuminati sampai ke kejadian2 yang sedang hangat2nya dibicarakan. Untuk melihat selengkapnya postingan yang ada, klik judul postingan


Pada 24 September 2009 Tiga misi terpisah yang sama-sama meneliti Bulan menemukan bukti meyakinkan bahwa ada air di sana. Air itu terdapat di kutub-kutub Bulan dan mungkin terbentuk oleh angin Matahari. Mungkinkah adanya air dibulan ini dapat menjadi penyelamat kita dari kiamat? Sehingga mungkin kita dapat berpindah dan menetap di Bulan?
Tiga laporan yang akan dipublikasikan di journal Science hari Jumat menyebutkan air itu bergerak secara aktif, kadang terbentuk lalu menghilang lagi seiring dngan percampuran dengan debu di permukaan Bulan.
Salah satu laporan diambil dari misi Chandrayaan-1 -misi pertama India ke Bulan. Data yang diteliti Carle Pieters dari Brown University di Rhode Island menunjukkan bukti spectrographic keberadaan air. Air itu semakin banyak ditemukan di daerah yang makin dekat pada kutub Bulan.
"Saat kami menyebutkan 'ada air di Bulan', kami tidakmerujuk pada danau, lautan atau genangan. Air di Bulan yang kami maksud adalah molekul air dan hydroxyl (hidrogen dan oksigen) yang berinteraksi dengan molekul batuan dan debu di lapisan paling atas permukaan Bulan," ujar Pieters.
Sementara Jessica Sunshine dari University of Maryland menggunakan pemetaan infra merah dari wahana antariksa Deep Impact untuk membuktikan adanya air di Bulan. Peneliti lain, Roger Clark dari U.S. Geological Survey memanfaatkan spektrometer - yang menguraikan gelombang cahaya untuk menganalisa unsur dan senyawa benda - dari wahana Cassini dalam menemukan air tersebut.
Laporan mengenai keberadaan air di Bulan ini muncul tepat saat ketertarikan para peneliti terhadap air di Bulan memuncak. Badan Antariksa AS sudah sejak lama mencari air di Bulan untuk mendukung pangkalan yang akan didirikan di sana.
Bulan depan wahana Lunar Crater Observation and Sensing Satellite atau LCROSS milik NASA akan mencari air dengan menabrakkan wahana ke permukaan Bulan.
Nah seperti yang kita tahu belakangan ini isu tentang kiamat si bumi sedang marak-maraknya beredar. Dan di dalamnya terdapat berbagai cara yang mungkin untuk melenyapkan bumi dari alam semesta. Meskipun masih kontroversi, setidaknya dengan ditemukannya air di bulan ini kita masih memiliki harapan untuk hidup dan berpindah ke Bulan. Tapi pertanyaannya, apakah itu mungkin dilakukan? Kita lihat saja perkembangannya.
Semoga yang kuasa melindungi kita semua.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Thank you for visiting


Ada Harapn NIh Kaeana,...
Ea ga??